Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: (1) Pemanfaatan atau pemilihan bunyi-bunyi bahasa yang dipergunakan dalam Puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar, ditemukan adanya asonansi ‘persamaan bunyi vokal’ yang banyak dipakai bunyi a, i, u, e, o. This study examines the structure of physic in a collection of poetry Deru Campur Debu by Chairil Anwar. The four poems examined are "Kepada Peminta-Minta", "Sajak Putih", "Senja di Pelabuhan 2. Analisis Semiotik Riffaterre puisi “Cintaku Jauh Di Pulau” Chairil Anwar CINTAKU JAUH DI PULAU Karya Chairil Anwar Cintaku Jauh Di Pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan memancar, di leher kukalungkan oleh-oleh buat si pacar. angin membantu, laut terang, tapi terasa aku tidak ‘kan sampai padanya. DEIKSIS p-ISSN: 2085-2274, e-ISSN 2502-227X. Vol. 09 No.01, Januari 2017 hal. 1 - 12. ANALISIS STILISTIKA PADA PUISI KEPADA PEMINTA-MINTA KARYA CHAIRIL ANWAR Arinah Fransori Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia arinahfransori@gmail.com. Abstrak Karya sastra sebagai kajian dari stilistik yang menggunakan gaya bahasa sastra Lagu Siul (1) Laron pada mati Terbakar di sumbu lampu Aku juga menemu Ajal di cerlang caya matamu Heran! ini badan yang selama berjaga Habis hangus di api matamu 'Ku kayak tidak tahu saja. Lagu Siul (2) Aku kira Beginilah nanti jadinya: Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros. Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki Analisis Unsur Intrinsik Puisi -Aku ‖ Karya Chairil Anwar. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 3(4), 623-628. Citra Manusia dalam Puisi "Aku" dan "Doa Kawanku dan Aku. Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas. Kawanku dan Aku (5 Juni 1943) oleh Chairil Anwar. portal terkait: Puisi. Dari Kerikil Tajam, Deru Campur Debu. Kepada L. K. Bohang. Pertanyaan. Aku (Chairil Anwar) Kalau sampai waktuku kumau tak seorang 'kan merayu tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku aku tetap meradang, menerjang Luka dan bisa kubawa berlari berlari hingga hilang pedih peri Dan aku lebih tidak peduli aku mau hidup seribu tahun lagi Kalimat kritik yang sesuai dengan puisi Putus karya Chairil Anwar yang diterbitan pada tahun 2020 oleh penerbit NARASI. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, wawancara, dokumentasi, dan melakukan teknik pembacaan terpadu secara komprehensif terhadap objek kajian yaitu 43 judul puisi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman. Ningrum, W., Wikanengsih, & Nugraha, V. (2020). Analisis Unsur Intrinsik Puisi “ Aku ” Karya Chairil Anwar. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 3(4), 623–628. Nino, S. M. (2020). Intertekstualitas Puisi “Di Jembatan Mirabeau” karya Agus R. Sarjono dan Le Pont Mirabeau karya Guillaume Apollinaire. 0mME.